Abstract
Hampir semua daging di pasar tercemar oleh mikroorganisme. Akibat kontaminasi mikroorganisme tersebut maka dapat terjadi perubahan warna, bau, dan konsistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh berbagai tingkatan konsentrasi dan lama perendaman air perasan daun Pegagan (Centella asiatica L.) serta mempelajari ada tidaknya interaksi antara konsentrasi dan lama perendaman air perasan daun pegagan (Centella asiatica L.) terhadap kualitas daging babi ditinjau dari uji organoleptik. Perendaman daging babi di dalam air perasan daun pegagan dilakukan dengan memasukkan masing-masing potong daging ke dalam 8 gelas beker yang telah berisi kontrol, konsentrasi air perasan daun pegagan 5 %, 10 %, dan 15 %. Perendaman dilakukan selama 5 menit dan 10 menit kemudian daging ditiriskan selama 15 menit, kemudian dilakukan uji organoleptik dan dianalisis dengan sidik ragam. Hasilnya konsentrasi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap perubahan warna, bau dan konsistensi daging. Sedangkan lama perendaman berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bau daging namun tidak berpengaruh tidak nyata (P>0,05) pada warna dan konsistensi daging babi. Dan juga tidak terdapat interaksi antara konsentrasi dan lama perendaman.
Cite
CITATION STYLE
Sudipa, P. H., Swacita, I. B. N., Sukada, I. M., Sudimartini, L. M., & Agustina, K. K. (2020). Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman Air Perasan Daun Pegagan terhadap Kualitas Daging Babi Ditinjau dari Uji Organoleptik. Buletin Veteriner Udayana, 172. https://doi.org/10.24843/bulvet.2020.v12.i02.p12
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.