Abstract
Beton merupakan material konstruksi yang banyak digunakan karena kekuatan tekan dan ketersediaan bahan bakunya. Namun, keterbatasan sumber daya agregat alami mendorong pemanfaatan material alternatif dari limbah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan pecahan genteng sebagai substitusi agregat kasar dan abu sekam padi sebagai substitusi agregat halus terhadap kuat tekan beton mutu K-175. Variasi campuran yang digunakan meliputi beton normal, beton dengan 7% pecahan genteng dan 1,5% abu sekam padi, serta beton dengan 9% pecahan genteng dan 3% abu sekam padi. Benda uji berbentuk kubus 15×15×15 cm diuji kuat tekanannya pada umur 7 dan 21 hari sesuai standar SNI. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan pecahan genteng dan abu sekam padi cenderung menurunkan kuat tekan beton dibandingkan beton normal. Pada umur 7 hari, beton normal memiliki kuat tekan rata-rata 9,5 MPa, sedangkan campuran 7% pecahan genteng + 1,5% abu sekam padi menurun menjadi 6,6 MPa, dan campuran 9% pecahan genteng + 3% abu sekam padi turun hingga 6,0 MPa. Pada umur 21 hari, kuat tekan beton normal mencapai 12,4 MPa, sementara campuran 7% + 1,5% hanya 10,7 MPa, dan campuran 9% + 3% sebesar 8,4 MPa. Dengan demikian, semakin tinggi persentase substitusi limbah yang digunakan, semakin besar penurunan kuat tekan beton yang terjadi.
Cite
CITATION STYLE
Yawan, G., Setio Prabowo, Y., & Oka Mahendra, M. (2025). Analisis Kuat Tekan Beton Dengan Variasi Pecahan Genteng Sebagai Agregat Kasar Dan Abu Sekam Padi Sebagai Agregat Halus. Jurnal Konstruksi, 23(2). https://doi.org/10.33364/konstruksi/v.23-2.2918
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.