FENOMENA KAWIN SANDHÉK PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DI DESA SOKALELAH KECAMATAN KADUR KABUPATEN PAMEKASAN

  • Yanto S
  • Hefni M
N/ACitations
Citations of this article
8Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pelaksanaan kawin sandhék di Desa Sokalelah Kecamatan Kadur Kabupaten Pamekasan sangat berbeda denganpelaksanaan perkawinan pada umumnya karenapelaksanaannya dilakukan di tempat calon pengantin yangditinggal kabur (laki-laki), hal ini disebabkan oleh tidakadanya persiapan sama sekali dari pihak keluarga calonpengantin esandhék itu (perempuan) karenapemberitahuannya hanya semalam sebelum keesokannyadilaksanakan akad nikahnya. dan dalam pelaksanaankawin sandhék ini tidak dilakukan lamaran terlebih dahulukarena sangat mendadak. Tujuan dilaksanakannya kawinsandhék Untuk menutupi rasa malu atau aib dari keluargacalon pengantin yang ditinggal kabur oleh pasangannyatanpa ada alasan yang jelas, Untuk menghindari gagalnyaperkawinan maka dari itu pihak keluarga mencarikan gantiperempuan di sekitar rumah atau di pondok pesantren;dan untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawaddahwarahmah serta untuk mendapatkan keturunan yang shalehdan shalehah.

Cite

CITATION STYLE

APA

Yanto, S., & Hefni, Moh. (2015). FENOMENA KAWIN SANDHÉK PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DI DESA SOKALELAH KECAMATAN KADUR KABUPATEN PAMEKASAN. AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial, 9(2), 260–285. https://doi.org/10.19105/al-lhkam.v9i2.472

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free