Abstract
Penelitian ini penting dilakukan guna mengetahui strategi pengembangan Bukit Tinatar di era adaptasi kebiasaan baru di Yogyakarta. Selain itu juga di Bukit Tinatar ini masih banyak potentsi yang harus dikembangkan lagi dengan menyesuaikan pada masa pandemi covid-19 yang sedang di alami dunia saat ini. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode kualitatif menurut Sugiyono (2017) merupakan metode penelitian deskriptif yang cenderung menggunakan metode analitik, metode ini memiliki landasan teori dan dapat digunakan untuk pemahaman yang lebih baik, sehingga dapat memfokuskan penelitian berdasarkan apa yang terjadi selama pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bukit Tinatar memiliki beberapa kelemahan yaitu fasilitas pendukung yang jumlahnya masih kurang seperti toilet warung dan gazebo dan akses jalan yang masih belum memadai serta kurangnya penerangan jalan untuk menuju ke lokasi. Karena itu perlu adanya perbaikan dan pembenahan agar tidak menyulitkan wisatawan yang datang. Dari segi lebih meningkatkan lagi dalam segi promosi yang dimana tentunya dapat menggunakan sosial media yang ada seperti Instagram, facebook, website atau platform lainnya.
Cite
CITATION STYLE
Rohman, N., & Pratama, F. P. (2022). Strategi Pengembangan Bukit Tinatar Pada Era Adaptasi Kebiasaan Baru Di Yogyakarta. Jurnal Manajemen Perhotelan Dan Pariwisata, 5(3), 293–298. https://doi.org/10.23887/jmpp.v5i3.51920
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.