ANALISIS PEMBERIAN UJRAH BAGI PEMILIK LAHAN UNTUK KESEJAHTERAAN BURUH HARIAN LEPAS DESA LUBUK TABUN KEC.TANJUNG SAKTI PUMI KAB. LAHAT

  • Lupita
  • Isnaini D
  • Cahyono A
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

This research aims to find out how giving Ujrah to land owners improves the welfare of casual daily workers in Lubuk Tabun Village, Tanjung Sakti Pumi District. Lahat. This type of research uses qualitative descriptive research with data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. The primary data in this research are land owners and casual daily workers. The research results state that land owner literacy regarding the ujrah granting system is still very low due to: firstly, lack of understanding, land owners do not yet understand what ujrah is and how it works financially. Second, there is a lack of financial education, there is no adequate education regarding finances and debt management. Third, limited access to accurate and easy to understand information regarding ujrah by land owners, fourth, limited resources, land owners do not have the resources to obtain consultation or training. The welfare level of casual daily workers in Lubuk Tabun Village is relatively low, which is shown by the fact that many of them are still in a cycle of debt that is difficult to break. This happens because the income earned from working as a casual daily laborer is not sufficient to meet daily living needsPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemberian Ujrah bagi pemilik lahan untuk meningkatkan kesejahteraan Buruh Harian Lepas di Desa Lubuk Tabun Kecamatan Tanjung Sakti Pumi Kab. Lahat. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data primer dalam penelitian inii adalah pemilik lahan dan buruh harian lepas. Hasil penelitian menyatakan literasi pemilik lahan terkait sistem pemberian ujrah masih sangat rendah yang disebabkan oleh: pertama Kurangnya pemahaman, pemilik lahan belum mengerti apa itu ujrah dan bagaimana cara kerjanya dalam keuangan. Kedua minimnya pendidikan keuangan, tidak adanya pendidikan yang memadai mengenai keuangan dan pengelolaan hutang. Ketiga terbatasnya akses informasi yang akurat dan mudah dipahami mengenai ujrah oleh para pemilik lahan, keempat Keterbatasan sumber daya, para pemilik lahan tidak memiliki sumber daya untuk mendapatkan konsultasi atau pelatihan. Tingkat kesejahteraan buruh harian lepas di Desa Lubuk Tabun tergolong rendah, yang ditunjukkan oleh fakta bahwa banyak dari mereka yang masih berada dalam lingkaran hutang yang sulit terputus. ini terjadi karena pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan sebagai buruh harian lepas belum memadai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Cite

CITATION STYLE

APA

Lupita, Isnaini, D., Cahyono, A., & Alimuddin, A. (2024). ANALISIS PEMBERIAN UJRAH BAGI PEMILIK LAHAN UNTUK KESEJAHTERAAN BURUH HARIAN LEPAS DESA LUBUK TABUN KEC.TANJUNG SAKTI PUMI KAB. LAHAT. Adzkiya : Jurnal Hukum Dan Ekonomi Syariah, 12(2), 97–106. https://doi.org/10.32332/adzkiya.v12i2.9864

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free