Abstract
An agency needs to conduct an assessment of the performance of non-ASN employees to improve the quality of human resources and work productivity. Many Non-ASN employees who have worked for a long time in an agency have experienced a decrease in their performance level so that it can affect the development of the agency. In assessing the performance of Non-ASN employees, agencies know the quality of each employee's performance, so that agencies can evaluate for the contract extension process. The decision support system taken can assist an agency in conducting an assessment of Non-ASN employees using the Technique For Order Preference By Similarity To Ideal Solution (TOPSIS) method. TOPSIS is an alternative to making decisions by adding several criteria that can produce an assessment that is carried out according to the needs of the agency. In this study, fifteen non-ASN employees who work at the Nganjuk Regency Communication and Information Office were tested by calculating the results of the assessment of each criterion according to the eight steps that have been determined. The results obtained from the fifteen employees assessed selected the top three including Rendra Alfathridho 0.7618%, Diah Ayu Prameswari 0.6182%, and Miftakhul Janah has a value of 0.6156% so that the highest value falls on Rendra Alfathridho where the calculation is obtained from testing between the system and reality by producing the same value but more effective when using system calculations, so this system can help agencies in making good employee performance appraisal decisions as a condition for contract extension at the agency.Sebuah instansi perlu melakukan suatu penilaian terhadap kinerja pada karyawan Non-ASN untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan produktivitas kerja. Banyak karyawan Non-ASN yang sudah lama bekerja di sebuah instansi mengalami penurunan tingkat kinerjanya sehingga dapat mempengaruhi perkembangan instansi. Dalam penilaian kinerja karyawan Non-ASN instansi mengetahui kualitas kinerja setiap karyawan, sehingga instansi dapat mengevaluasi untuk proses perpanjangan kontrak. Sistem pendukung keputusan yang diambil dapat membantu sebuah instansi dalam melakukan suatu penilaian terhadap karyawan Non-ASN dengan menggunakan metode Technique For Order Preference By Similarity To Ideal Solution (TOPSIS). TOPSIS menjadi salah satu alternatif untuk mengambil keputusan dengan menambah beberapa kriteria yang dapat menghasilkan penilaian yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan instansi. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian terhadap limabelas karyawan Non-ASN yang bekerja di Dinas Kominfo Kabupaten Nganjuk dengan perhitungan hasil penilaian setiap kriteria sesuai kedelapan langkah yang sudah ditentukan. Hasil yang diperoleh dari limabelas karyawan yang dinilai terpilih tiga teratas diantaranya Rendra Alfathridho 0,7618%, Diah Ayu Prameswari 0,6182%, dan Miftakhul Janah memiliki nilai 0,6156% sehingga nilai tertinggi jatuh pada Rendra Alfathridho dimana perhitungan tersebut diperoleh dari pengujian antara sistem dan realita dengan menghasilkan nilai yang sama tetapi lebih efektif apabila menggunakan perhitungan sistem, maka sistem ini bisa membantu instansi dalam pengambilan keputusan penilaian kinerja karyawan yang bagus sebagai syarat perpanjangan kontrak pada instansi tersebut.
Cite
CITATION STYLE
Prameswari, D. A., & Hadi, A. (2023). Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Kinerja Karyawan Pada Diskominfo Di Kabupaten Nganjuk Berbasis Web. Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Asia, 17(2), 147–156. https://doi.org/10.32815/jitika.v17i2.931
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.