Abstract
Latar belakang. Remaja merupakan kelompok risiko tinggi untuk mengalami defisiensi besi. Obesitas pada remaja meningkatkan risiko defisiensi besi akibat perbedaan pola asupan dan inflamasi kronik derajat rendah. Tujuan. Mengetahui status besi dan asupan besi remaja obes usia 15 -17 tahun. Metode. Penelitian potong lintang pada remaja usia 15 – 17 tahun di dua SMU Jakarta Pusat pada bulan September – November 2015. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok berdasarkan indeks massa tubuh (IMT). Subjek dinyatakan obes bila IMT≥P95 dan non-obes bila IMT ≥P5 -
Cite
CITATION STYLE
Hendarto, A., Febriyanto, R., & Kaban, R. K. (2018). Defisiensi Besi dan Anemia Defisiensi Besi pada Anak Remaja Obes. Sari Pediatri, 20(1), 1. https://doi.org/10.14238/sp20.1.2018.1-6
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.