Abstract
Kolelitiasis (batu empedu) adalah kristal yang dapat ditemukan di dalam kandung empedu, saluran empedu, atau keduanya. Batu empedu terbagi menjadi tiga jenis yaitu batu kolestrol, batu pigmen (batu bilirubin), dan batu campuran. Batu pigmen terbagi menjadi pigmen coklat dan pigmen hitam, dan batu kolestrol adalah jenis yang paling sering dijumpai. Kolelitiasis jarang terjadi pada anak-anak namun sebagian besar kasus kolelitiasis pada anak dihubungkan dengan beberapa faktor yaitu penyakit hemolitik, riwayat terapi dengan Total Parenteral Nutrition (TPN), wilson’s disease, kistik fibrosi, dan penggunaan beberapa jenis obat-obatan. Faktor risiko kolelitiasis adalah usia >40 tahun, jenis kelamin perempuan, berat badan berlebih, sering mengkonsumsi makanan tinggi lemak, aktivitas fisik kurang, dan nutrisi intra-vena jangka lama. Kolelitiasis bisa muncul dengan atau tanpa gejala, gejala klinis yang umumnya muncul adalah nyeri kolik bilier yang berlangsung lebih dari 15 menit. Progresifitas kolelitiasis menjadi bergejala cenderung rendah sekitar 10-25%. Kolelitiasis biasanya ditemukan secara tidak sengaja saat melakukan pemeriksaan USG (Ultrasonografi) abdomen. Pemeriksaan penunjang kolelitiasis adalah pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan foto polos abdomen, ultrasonografi, pemeriksaan kolisistografi oral, dan pemeriksaan sonogram. Penatalaksanaan non bedah kolelitiasis dapat berupa penatalaksanaan pendukung dan diet, oral dissolution therapy, disolusi kontak, dan Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL). Penatalaksanaan bedah terdiri dari kolisistektomi terbuka dan kolisistektomi laparoskopi. Baku emas penatalaksanaan kolelitiasis dengan gejala adalah kolisistektomi.
Cite
CITATION STYLE
Adhata, A. R., Mustofa, S., & Soleha, T. U. (2022). Diagnosis dan Tatalaksana Kolelitiasis. Medical Profession Journal of Lampung, 12(1), 75–78. https://doi.org/10.53089/medula.v12i1.401
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.