PEMURNIAN INGATAN MELALUI PENGHARAPAN: Tinjauan Teologis atas Karya Santo Yohanes Salib, Mendaki Gunung Karmel, III, 1-15

  • Angelo Luciani Moa Dosi Woda
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Dalam karya terkenalnya, Mendaki Gunung Karmel, III, 1-15, Santo Yohanes Salib mengajarkan kepada segenap umat beriman bagaimana cara memurnikan ingatan melalui Pengharapan. Itu berarti suatu pemurnian terhadap ingatan melalui kebajikan teologal pengharapan. Dalam ingatan sendiri terdiri atas tiga macam objek pengetahuan, yaitu kodrati, imajinatif, dan spiritual. Karena itu hidup dalam pengharapan berarti kelepasan atas pengenalan kodrati dan pengenalan adikodrati. Dalam pemurnian tersebut, seorang harus mengabaikan segala macam bentuk, gambar, dan fantasi supaya ia semakin bersatu dengan Allah. Pada akhirnya, hidup dalam pengharapan sebagai anak-anak Allah ialah suatu hidup dalam pengenalan rohani yang melampaui segala pengertian.

Cite

CITATION STYLE

APA

Angelo Luciani Moa Dosi Woda. (2022). PEMURNIAN INGATAN MELALUI PENGHARAPAN: Tinjauan Teologis atas Karya Santo Yohanes Salib, Mendaki Gunung Karmel, III, 1-15. Jurnal Filsafat Dan Teologi Katolik, 6(1), 01–15. https://doi.org/10.58919/juftek.v6i1.31

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free