Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi perlakuan terbaik pada teknik perbanyakan pisang Cavendish dengan zat pengatur tumbuh Napthaleneacetic acid (NAA) dan Benzyla? minopurin (BAP) pada media kultur in vitro. Penelitian dilaksana- kan di laboratorium kultur jaringan Balai Benih Induk Hortikultura Salaman Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (ketinggian tempat 270 m dpl), dari bulan November 2008 sampai dengan Januari 2009. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL). Faktor yang dicoba adalah konsentrasi NAA dan konsentrasi BAP. Konsentrasi NAA terdiri dari empat taraf yaitu konsentrasi 0, 1, 2, dan 3 ppm. Konsentrasi BAP terdiri dari empat taraf yaitu konsentrasi 0, 3, 6, dan 9 ppm. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji DMRT dengan taraf 5 %. Variabel yang diamati yaitu panjang akar terpanjang, jumlah tunas dan jumlah akar. Hasil analisis statistic menunjukan bahwa konsentrasi BAP (ppm) berbeda sangat nyata terhadap panjang akar terpanjang (cm). Panjang akar terpanjang adalah pada konsentrasi BAP 0 ppm (B0) yaitu 8,3 cm. Konsentrasi NAA (ppm) berbeda nyata terhadap panjang akar terpanjang (cm). Panjang akar terpanjang adalah pada kon sentrasi NAA 2 ppm (N2) yaitu 6,0 cm. Konsentrasi BAP (ppm) berbeda sangat nyata terhadap jumlah tunas. Konsentrasi BAP 9 ppm (B3) menghasilkan jumlah tunas yaitu 2,5 tunas
Cite
CITATION STYLE
Pamungkas, S. S. T. (2015). PENGARUH KONSENTRASI NAA DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN TUNAS EKSPLAN TANAMAN PISANG CAVENDISH (Musa paradisiaca L.) MELALUI KULTUR IN VITRO. Gontor AGROTECH Science Journal, 2(1), 31. https://doi.org/10.21111/agrotech.v2i1.295
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.