Abstract
Eksistensi kemajemukan yang ada di masyarakat Kota Palopo salah satunya dipresentasikan oleh keberagaman agama yang dianut oleh masing-masing penganutnya. Internalisasi ajaran agama masing- masing yang kemudian saling berkomunikasi antara yang satu dengan yang lainnya dalam ranah publik cenderung menimbulkan gesekan antara penganutnya masing-masing sehingga mengancam kerukunan antar umat beragama. Olehnya itu, manajemen kemajemukan tersebut dipandang sangat perlu dilakukan dengan cara meningkatkan kompetensi asertivitas bagi individu penganut agama yang berbeda di Kota Palopo Pelatihan Asertivitas bertujuan untuk meningkatkan kompetensi penyesuaian sosial yang merangkum kompetensi yang baik dalam menyampaikan dan menghargai pendapat atau gagasan kepada penganut agama yang lain, dan kompetensi yang baik dalam meningkatkan kesetaraan hubungan dengan menjalin kerjasama dengan penganut agama yang lain.Proses pelaksanaan pelatihan asertifitas ini dimulai dari pengumpulan informasi, identifikasi kebutuhan, seleksi peserta pelatihan, persiapan tools pelatihan, kemudian sampai kepada pelaksanaan pelatihan. Hasil dari pelatihan asertivitas menunjukan efektivitas pelatihan telah tercapai dengan baik Hal ini bisa dilihat perbedaan skoring pada perilaku asertif sebelum pelatihan dan sesudah pelatihan dilakukan. Sebelum pelatihan dilakukan, maka nilai rata-rata skoring perilaku asertif peserta pelatihan adalah 163.7. sedangkan sesudah pelatihan dilakukan, maka skoring yang didapatkan adalah 187.16.
Cite
CITATION STYLE
Ahsan, A. A., & Abduh, N. K. (2024). MENINGKATKAN POTENSI IMPLEMENTASI KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA MELALUI PELATIHAN ASERTIVITAS PADA KELOMPOK UMAT BERAGAMA DI KOTA PALOPO. RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat, 8(1), 172. https://doi.org/10.35906/resona.v8i1.2012
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.