Pengembangan nilai kearifan lokal ekologi kampung adat Cikondang dalam lingkungan kebudayaan dan komunitas melalui ecomuseum

  • Darmawan W
  • Kurniawati Y
  • Yulianti I
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
94Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Masyarakat Adat Cikondang adalah masyarakat yang beretnis Sunda yang masih memegang nilai luhur dari masa ke masa. Nilai-nilai yang dipegang teguh terkait dengan kearifan lokal dalam melestarikan lingkungan hidup disekitarnya. Permasalahan utama yang dihadapi terkait dengan pengikisan budaya lokal yang terjadi di Indonesia terutama pada generasi muda. Indikatornya terlihat dalam ketidakpahaman generasi muda akan budaya lokal yang mesti dijaga dan semakin gencarnya budaya populer baru yang lebih digemari dibanding budaya tersebut. Adapun dalam kajian pustaka, peneliti memasukan dua konsep, pertama berkaitan dengan karakteristik Masyarakat Adat Cikondang yang merupakan masyarakat sosial agraris yang membuka ladang dengan menggunakan konsep pamali, Selain itu ada konsep ecomuseum yang berisi proyek warisan berbasis masyarakat lokal. Metode yang digunakan adalah metode netnografi yang dipandang sebagai metode kajian budaya khususnya komunikasi yang dimediasi Komputer. Hasil dan Bahasan merujuk pada nilai-nilai Masyarakat Adat Cikondang yang dapat diimplementasikan dalam proses pelestarian lingkungan hidup. Pewarisan tersebut dapat difasiltasi dengan konsep ecomuseum yang dijadikan wadah dalam penghayatan dan pengenalan bagi generasi muda. Simpulan dan implikasi merujuk pada nilai-nilai Nilai-nilai Masyarakat Adat Cikondang dapat dijadikan solusi dalam menjawab tantangan terkait kerusakan lingkungan yang terjadi diberbagai wilayah di Indonesia. Adapun keterbatasan penelitian ini terkait dengan sumber lisan, karena keterbatasan waktu dari peneliti.

Cite

CITATION STYLE

APA

Darmawan, W., Kurniawati, Y., Yulianti, I., & Gumelar, F. E. (2023). Pengembangan nilai kearifan lokal ekologi kampung adat Cikondang dalam lingkungan kebudayaan dan komunitas melalui ecomuseum. AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA, 13(1), 73–89. https://doi.org/10.25273/ajsp.v13i1.15140

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free