Abstract
Pemodelan penting bagi siswa karena memungkinkan mereka untuk memecahkan masalah real melalui konsep matematis. , khususnya pada konsep aritmetika sosial dalam pemodelan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan siswa SMP dalam menyelesaikan masalah matematika yang berhubungan dengan aritmetika sosial. kami berfokus pada seberapa baik siswa dapat memahami masalah, mengidentifikasi hal-hal yang relevan dengan konsep matematika, menerapkan konsep tersebut dan menjelaskan hasilnya. Kami menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan 32 siswa SMP yang diberi tugas pemodelan matematika yang nantinya dianalisa dengan langkah pemecahan masalah : understanding the task, searching mathematics, using mathematics dan explaning the result. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70,43% siswa mencapai ketuntasan belajar minimal. Siswa sangat baik dalam memahami masalah (95,07%) dan juga pada tahap mengidentifikasi hala-hal yang berkaitan dengan konsep matematika (88,26%) namun mengalami kesulitan dalam menerapkan konsep tersebut, terutama dalam perhitungannya (70,32%). Hal ini menunjukkan bahwa perlu lebih diperhatikan lagi pemahaman aljabar dalam pemodelan matematika. Penelitian ini menyoroti manfaat penggunaan konteks dunia nyata untuk meningkatkan keterampilan pemodelan matematika siswa. Namun, studi ini juga menyarankan perlunya memperkuat pemahaman siswa tentang aljabar untuk membantu mereka menerapkan konsep matematika secara lebih efektif. Menerapkan lebih banyak pemodelan matematika ke dalam kurikulum dapat mempersiapkan siswa dengan lebih baik untuk memecahkan masalah dunia nyata yang kompleks
Cite
CITATION STYLE
Riduan, L., Hartono, Y., & Hiltrimartin, C. (2024). Kemampuan Pemodelan Matematika Siswa Kelas VII pada Materi Aritmetika Sosial. Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika, 4(4). https://doi.org/10.51574/kognitif.v4i4.2367
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.