Abstract
Tujuan: untuk mengkaji pengaruh Cash Flow (Operating Cash Flow Ratio/OCFR) dan Capital Structure (Debt to Equity Ratio/DER) terhadap fraud laporan keuangan, yang diukur dengan F-Score, pada perusahaan farmasi Indonesia periode 2013-2023. Selain itu, penelitian ini membandingkan tingkat kecurangan sebelum dan selama pandemi COVID-19. Desain Penelitian dan Metodologi: Menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Data yang digunakan sekunder dari Thomson Reuters yang dianalisis menggunakan regresi data panel dan uji beda (pandemic) melalui STATA 17. Populasi penelitian mencakup seluruh perusahaan sektor farmasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2013 hingga 2023 Hasil dan Pembahasan: Temuan menunjukkan bahwa meskipun OCFR tidak secara signifikan mempengaruhi kecurangan laporan keuangan, DER menunjukkan pengaruh positif dan signifikan, menunjukkan bahwa rasio utang yang lebih tinggi meningkatkan potensi kecurangan. Selain itu, tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam tingkat penipuan laporan keuangan antara periode pra-pandemi dan pandemi. Implikasi: Hasil penelitian ini menyoroti peran penting capital structure (DER) dalam deteksi kecurangan bagi investor dan regulator, khususnya di sektor yang mengalami permintaan tinggi di tengah pergeseran ekonomi.
Cite
CITATION STYLE
Husni, S. F., Husni, T., & Alfarisi, F. (2025). Analisis Pengaruh Cash Flow dan Capital Structure Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Pada Perusahaan Farmasi di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2023: Studi Komparatif Sebelum dan Selama Pandemi. Atestasi : Jurnal Ilmiah Akuntansi, 8(2), 1669–1679. https://doi.org/10.57178/atestasi.v8i2.1772
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.