PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MATERI BAHASA ISYARAT HIJAIYAH BERBASIS ANDROID (STUDI KASUS: ORGANISASI GERKATIN SOLO)

  • Budiono C
  • Widiati I
  • Setiyawan M
N/ACitations
Citations of this article
45Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Android untuk mempelajari Bahasa Isyarat Hijaiyah, yang dirancang khusus bagi disabilitas tunarungu. Aplikasi ini digunakan dalam program kelas Iqro yang dimiliki oleh Gerkatin Surakarta, memungkinkan pengguna mempelajari huruf hijaiyah menggunakan bahasa isyarat dalam konteks bacaan Iqro dan Al-Qur'an. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan ADDIE, yang terdiri dari lima tahap: Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi Bahasa Isyarat Hijaiyah berhasil dikembangkan dan diuji melalui metode Black Box, dengan semua fitur, termasuk alfabet bisindo, huruf hijaiyah, dan praktik Iqro, berhasil diuji. Berdasarkan hasil survei terhadap pengajar dan murid yang melibatkan lima indikator penilaian, aplikasi ini memperoleh skor 96% dari pengajar dan 93% dari murid, dengan keduanya mendapat penilaian "sangat baik." Simpulan, aplikasi ini memfasilitasi pembelajaran interaktif yang efektif bagi pengguna tunarungu, mendukung proses belajar huruf hijaiyah dan Iqro dengan mudah melalui perangkat Android. Penelitian ini juga merekomendasikan pengembangan fitur tambahan, seperti kuis dan panduan, serta publikasi aplikasi di Google Play Store untuk jangkauan yang lebih luas. Kata Kunci: Tunarungu, Gerkatin, Aplikasi Android, ADDIE Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Android untuk mempelajari Bahasa Isyarat Hijaiyah, yang dirancang khusus bagi disabilitas tunarungu. Aplikasi ini digunakan dalam program kelas Iqro yang dimiliki oleh Gerkatin Surakarta, memungkinkan pengguna mempelajari huruf hijaiyah menggunakan bahasa isyarat dalam konteks bacaan Iqro dan Al-Qur'an. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan ADDIE, yang terdiri dari lima tahap: Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi Bahasa Isyarat Hijaiyah berhasil dikembangkan dan diuji melalui metode Black Box, dengan semua fitur, termasuk alfabet bisindo, huruf hijaiyah, dan praktik Iqro, berhasil diuji. Berdasarkan hasil survei terhadap pengajar dan murid yang melibatkan lima indikator penilaian, aplikasi ini memperoleh skor 96% dari pengajar dan 93% dari murid, dengan keduanya mendapat penilaian "sangat baik." Simpulan, aplikasi ini memfasilitasi pembelajaran interaktif yang efektif bagi pengguna tunarungu, mendukung proses belajar huruf hijaiyah dan Iqro dengan mudah melalui perangkat Android. Penelitian ini juga merekomendasikan pengembangan fitur tambahan, seperti kuis dan panduan, serta publikasi aplikasi di Google Play Store untuk jangkauan yang lebih luas. Kata Kunci: Tunarungu, Gerkatin, Aplikasi Android, ADDIE

Cite

CITATION STYLE

APA

Budiono, C. S., Widiati, I. S., & Setiyawan, M. (2024). PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MATERI BAHASA ISYARAT HIJAIYAH BERBASIS ANDROID (STUDI KASUS: ORGANISASI GERKATIN SOLO). Journal of Computer Science and Information Technology, 1(4), 277–293. https://doi.org/10.70248/jcsit.v1i4.1266

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free