Hubungan Tingkat Stres Dengan Frekuensi Konsumsi Fast Food Pada Remaja Di SMAN 3 Tambun Selatan Saat Pandemi Covid-19

  • Oktavia A
  • Prasetya G
N/ACitations
Citations of this article
51Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Makanan cepat saji (fast food) merupakan makanan yang disajikan dalam waktu cepat dengan jenis makanan tinggi energi, lemak, natrium, dan rendah serat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat stres dengan frekuensi konsumsi fast food pada remaja di SMAN 3 Tambun Selatan saat pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel 150 responden, yang dipilih dengan metode simple random sampling. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan tingkat stres dengan frekuensi konsumsi fast food pada remaja di SMAN 3 Tambun Selatan saat Pandemi Covid-19. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang tersedia melalui google form yaitu, perceived stres scale (PSS) dan food frequency questionnaire (FFQ) serta dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 72% remaja memiliki tingkat stres sedang dan sebanyak 58,7% remaja memiliki frekuensi konsumsi fast food sering dengan p-value 0,086. Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat hubungan tingkat stres dengan frekuensi konsumsi fast food pada remaja di SMAN 3 Tambun Selatan saat Pandemi Covid-19.

Cite

CITATION STYLE

APA

Oktavia, A. D., & Prasetya, G. (2022). Hubungan Tingkat Stres Dengan Frekuensi Konsumsi Fast Food Pada Remaja Di SMAN 3 Tambun Selatan Saat Pandemi Covid-19. JURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKAT, 7(2), 130–137. https://doi.org/10.51544/jmkm.v7i2.3525

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free