Semiotika Pada Tanda Dilarang Berpacaran (Studi di Tiga Taman Kota: Taman Cerdas, Taman Samarendah, dan Taman Islamic)

  • Nur Hayati A
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tulisan ini bertujuan menyoroti makna denotasi dan konotasi pada tanda pada dilarang berpacaran yang terdapat di taman kota di Samarinda.  Taman kota yang diambil adalah taman kota yangbersifat publik, ikonik dan berada dekat dengan fasilitas umum lainnya.  Semiotika pendekatan Roland Barthes digunakan sebagai metode dalam analisis. Data diambil dengan melakukan wawancara ke pengunjung tiga taman kota dan pengamatan serta melalui sumber yang bersifat sekunder, sehingga diperoleh hasil : 1) taman kota sebagai bentuk dari ruang terbuka hijau (RTH) memiliki dua fungsi yaitu ekologis dan sosial 2) tanda dilarang berpacaran merupakan jenis semiotik kultural dan normatif.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nur Hayati, A. (2021). Semiotika Pada Tanda Dilarang Berpacaran (Studi di Tiga Taman Kota: Taman Cerdas, Taman Samarendah, dan Taman Islamic). Jurnal Komunikasi Korporasi Dan Media (JASIMA), 2(1), 114–128. https://doi.org/10.30872/jasima.v2i1.26

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free