REGULASI EMOSI GURU SLB DI KOTA KUPANG

  • Taboy M
  • Damayanti Y
  • Artati M
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
6Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Teachers in Special Needs Schools (SLB) with non-special education backgrounds often face complex challenges in dealing with children with special needs, which significantly impacts their emotional stability. This study aims to analyze in-depth the level of emotional regulation of SLB teachers from non-PLB schools in Kupang City, given the importance of emotional management in maintaining professionalism and the quality of learning. Using a descriptive quantitative method, this study involved 103 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using an emotion regulation scale that measures the dimensions of strategy, goals, control, and acceptance, and then analyzed using descriptive statistics. The findings indicate that the majority of teachers (49.5%) have moderate emotional regulation skills. Further analysis revealed variations based on demographics, with female teachers and those in middle adulthood tending to have better emotional stability. The main conclusion confirms that although some teachers have adequate emotional regulation skills, strategic interventions in the form of training and psychological support are still needed to increase their emotional resilience in facing challenging classroom dynamics.   ABSTRAK Guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) yang berlatar belakang pendidikan non-Pendidikan Luar Biasa (PLB) sering kali menghadapi tantangan kompleks dalam menangani anak berkebutuhan khusus, yang berdampak signifikan pada stabilitas emosional mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam tingkat regulasi emosi guru SLB non-PLB di Kota Kupang, mengingat pentingnya pengelolaan emosi dalam menjaga profesionalisme dan kualitas pembelajaran. Menggunakan metode kuantitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 103 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala regulasi emosi yang mengukur dimensi strategi, tujuan, kontrol, dan penerimaan, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mayoritas guru (49,5%) memiliki kemampuan regulasi emosi pada kategori sedang. Analisis lebih lanjut mengungkap adanya variasi berdasarkan demografi, di mana guru perempuan dan mereka yang berada pada fase dewasa tengah cenderung memiliki stabilitas emosi yang lebih baik. Simpulan utama menegaskan bahwa meskipun sebagian guru telah memiliki kemampuan regulasi emosi yang memadai, masih diperlukan intervensi strategis berupa pelatihan dan dukungan psikologis untuk meningkatkan resiliensi emosional mereka dalam menghadapi dinamika kelas yang menantang.

Cite

CITATION STYLE

APA

Taboy, M. L. S., Damayanti, Y., Artati, M., & Panis, M. P. (2025). REGULASI EMOSI GURU SLB DI KOTA KUPANG. PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi, 5(4), 1668–1676. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v5i4.7125

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free