Abstract
Tren pernikahan dini di Banyumas cenderung meningkat setiap tahunnya. Hal itu disebabkan beberapa faktor seperti tingkat pendidikan yang rendah serta kondisi budaya setempat. Pasangan yang terpaksa menikah dini, biasanya disebabkan karena pihak perempuan telah hamil sebelum menjadi suami istri. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah terbentuk Pusat Informasi dan Konseling di Panti Asuhan Darmo Yuwono Purwokerto dan meningkatkan pengetahuan tentang pernikahan dini sehingga penghuni panti terhindar dari melakukan pernikahan dini. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pembentukan, pelantikan pengurus, Pre tes dan Post tes. Pendampingan kegiatan dengan pemberian materi khususnya tentang Triad Kesehatan Reproduksi Remaja yaitu seksualitas, HIV dan AIDS serta Napza dan pernikahan dini dengan ceramah, diskusi dan tanya jawab terhadap materi yang diberikan. Respon yang bagus diberikan oleh pimpinan dan penghuni Panti Asuhan Darmo Yuwono Purwokerto dan pihak terkait. Mereka terlibat secara aktif dalam kegiatan dengan menjadi narasumber dan mendampingi dalam kegiatan. Kegiatan pendampingan hendaknya tidak terputus dan pengabdian masyarakat dapat terus dilanjutkan sehingga program kerja diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan terpantau
Cite
CITATION STYLE
Hastuti, P., Aini, F. N., Sartika, Q. L., & Kurniasih, H. (2018). CEGAH PERNIKAHAN DINI MELALUI PUSAT INFORMASI DAN KONSELING KESEHATAN REPRODUKSI. LINK, 13(2), 34. https://doi.org/10.31983/link.v13i2.2903
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.