Studi Evaluasi Saluran Drainase Terhadap Genangan Banjir di Kelurahan Blimbing Menggunakan Model EPA SWMM 5.1

  • Pramesti M
  • Runi Asmaranto
  • Jadfan Sidqi Fidari
N/ACitations
Citations of this article
40Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Akibat perubahan penggunaan lahan dan dimensi saluran, Desa Blimbing, Kecamatan Blimbing, dan Kota Malang menjadi sebagian tempat sering terjadi banjir. Contoh solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan melakukan desain ulang pada saluran drainase. Penting bagi studi menggunakan program Storm Water Management Model (SWMM) 5.1 mengkaji Intensitas Hujan Rencana selama ulang 5 tahun dan 10 tahun. Hasil dari analisa menggunakan aplikasi SWMM 5.1 pada Kelurahan Blimbing, terdapat 170 saluran drainase dimana 10 diantaranya tidak dapat menampung debit intensitas curah hujan pada kala ulang 5 tahun sebesar 112,48 mm/hari yaitu saluran C99, C103, C106, C110, C111, C112, C76, C146, C151, dan C158. Kemudian, untuk debit intensitas curah hujan kala ulang 10 tahun sebesar 117,09 mm/hari, diperoleh 11 saluran yang meluap yaitu saluran C94, C99, C103, C106, C110, C111, C112, C76, C146, C151, dan C158. Sehingga untuk saluran yang meluap tersebut, perlu dilakukannya evaluasi pelebaran dimensi yang disesuaikan dengan kondisi pada lokasi studi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Pramesti, M. Y., Runi Asmaranto, & Jadfan Sidqi Fidari. (2023). Studi Evaluasi Saluran Drainase Terhadap Genangan Banjir di Kelurahan Blimbing Menggunakan Model EPA SWMM 5.1. Jurnal Teknologi Dan Rekayasa Sumber Daya Air, 3(2), 476–489. https://doi.org/10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.041

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free