Abstract
Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) menuntut guru untuk meningkatkan kreatifitas dan inovasi pembelajaran. Kegiatan workshop menjadi salah satu alternatif mengatasi hal tersebut. Penulisan ini bertujuan memberikan gambaran bahwa workshop dapat meningkatkan kemampuan implementasi blended learning di Gugus I Pengasih Kabupaten Kulon Progo Tahun Pelajaran 2021/2022. Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah guru kelas 4 berjumlah 8 orang. Data penelitian diperoleh melalui observasi/pengamatan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Hasil setiap siklus dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif prosentase, kemudian dijadikan bahan acuan tindakan berikutnya. Indikator keberhasilan kompetensi guru dalam implementasi blended learning apabila prosentase guru dan komponen indikator implementasi blended learning dalam kategori baik telah mencapai 75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam implementasi blended learning meningkat pada persiapan workshop dari 85 (Baik) menjadi 94 (Amat Baik), Pelaksanaan Workshop untuk nara sumber meningkat dari 80 (Baik) menjadi 94 (Amat Baik), Pelaksanaan workshop dari pengamatan peserta meningkat dari 85 (Baik) menjadi 91 (Amat Baik), penyusunan RPP meningkat dari 89 (Baik) menjadi 94 (Amat Baik), pembelajaran luring meningkat dari 90 (Baik) menjadi 94 (Amat Baik), dan pembelajaran daring meningkat dari 91 (Amat Baik) menjadi 94 (Amat Baik). Selain workshop kompetensi implementasi blended learning dapat dikembangkan melalui komunitas belajar di tingkat sekolah, gugus, kecamatan dan kabupaten secara luring/daring.
Cite
CITATION STYLE
Karsiyem, K. (2023). Workshop Mampu Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Implementasi Blended Learning. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 8(2), 354–362. https://doi.org/10.51169/ideguru.v8i2.572
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.