Abstract
Penelitian ini sampai pada kesimpulan bahwa keberlangsungan dan perubahan pada pertunjukan Rabab Pesisir Selatan, terutama sekali di wilayah Lengayang telah meluas menjadi suatu bentuk seni multifungsi. Nyanyian Sikambang merupakan ungkapan bermakna komunal bagi masyarakat Pesisir Selatan, yang memiliki makna filosofi kehidupan dan pengertian lokal tertentu. Beberapa gaya seni populer ditemukan pula sebagai bagian yang terintegrasi dalam pertunjukan musik tradisi ini. Tujuannya adalah untuk tetap memiliki daya tarik di tengah masyarakat Sumatera Barat dan merupakan pula satu bentuk cara bertahan hidup bagi para seniman dan masyarakat pendukung kesenian Pesisir Selatan. Rabab Pasisia as a Tutur Art Show in The Pesisir Selatan District. The research has come-up with the conclusion that cotinuity and change in Pesisir Selatan rabab performance, particularly in sub-district of Lengayang has been expanded to a multifunctional arts. Sikambang song has become a means of communal expression in Pesisir Selatan, with its certain local meanings and philosophy of life. Some genre of popular-art has been found-out as integrated in the musical style, in order to maintain attractiveness amongst the West Sumatera community and survival for its musicians and its Pesisir Selatan supporting society.Keywords: rabab; pasisia; sikambang; tutur
Cite
CITATION STYLE
Hartitom, H. (2019). Rabab Pasisia sebagai Pertunjukan Seni Tutur di Kabupaten Pesisir Selatan. Resital: Jurnal Seni Pertunjukan, 20(1), 1–12. https://doi.org/10.24821/resital.v20i1.2588
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.