Hinduisasi Di Kawasan Megalitik Gunung Slamet

  • Sulistyarto P
N/ACitations
Citations of this article
9Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kehidupan masyarakat megalitik menjalankan tradisi secara terus menerus hingga datangnya pengaruh kebudayaan Hindu-Buda. Hinduisasi di wilayah ini dilakukan dengan cara memanfaatkan sarana-sarana pemujaan megalitik, antara lain batu lumpang dan phallus. Konsep pemujaan yang digunakan pun masih sama yaitu kesuburan, suatu konsep yang mutlak diperlukan dalam masyarakat pertanian. Proses Hinduisasi tampak pada penggunaan lumpang batu dan phallus secara bersama-sama, yaitu dengan mendirikan phallus atau menhir ke dalam lubang lumpang sehingga menyerupai susunan lingga-yoni. Dengan demikian fungsi phallus atau menhir mewakili keberadaan lingga, sedangkan fungsi lumpang mewakili keberadaan yoni. Lingga dan yoni merupakan benda sebagai simbol dalam agama Hindu.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sulistyarto, P. H. (2003). Hinduisasi Di Kawasan Megalitik Gunung Slamet. Berkala Arkeologi, 23(2), 15–23. https://doi.org/10.30883/jba.v23i2.872

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free