Abstract
Korporasi petani merupakan kelembagaan ekonomi petani berbadan hukum berbentuk koperasi, maupun Badan Usaha Milik Petani (BUMP) berupa Perseroan Terbatas (PT), atau Usaha Dagang (UD) dengan sebagian besar kepemilikan modal dimiliki oleh petani sehingga mereka mempunyai posisi tawar atas produk yang dihasilkan. Model bisnis yang hendak dibangun dalam korporasi di antaranya ialah proses pengolahan hasil panen mulai dari pengemasan, branding, strategi pemasaran, termasuk menghubungkan semua itu dengan sistem perbankan, para inovator teknologi, dan manajemen yang mampu mengelola semuanya dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan beberapa stakeholder yang terlibat antara lain pemerintah, petani, perbankan, universitas, off taker, asuransi, agro input, dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana implementasi kolaborasi model pentahelix dalam meningkatkan potensi daya saing koporasi petani jagung di Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam dengan informan, yaitu pengurus Koperasi Produsen Sinar Jagung Priangan, perwakilan Bidang Penyuluhan Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, dan pegawai Bank BNI bagian Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua pilar atau bagian pentahelix telah terealisasi dan diimplementasikan di korporasi petani jagung Kabupaten Bandung. Peran masing-masing pilar sesuai dengan peluang dan perkembangan dari masa ke masa, kerjasama sinergis seluruh elemen pentahelix yang terlibat dalam pengembangan KORPORASI PETANI jagung Kabupaten Bandung berdampak pada pemberian beberapa pengahargaan atas prestasinya.
Cite
CITATION STYLE
Puspita, G. R., Karyani, T., & Setiawan, I. (2023). EKOSISTEM KORPORASI PETANI JAGUNG DI KABUPATEN BANDUNG. Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 9(2), 1696. https://doi.org/10.25157/ma.v9i2.9979
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.