RONA SEJARAH DAN BUDAYA MASYARAKAT PESISIR: JEJAK MARITIM DI LASEM

  • Adhitya C
  • Erlangga G
  • Merina M
N/ACitations
Citations of this article
50Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Indonesia dalam periode sejarah kuno hingga kontemporer saat ini senantiasa erat kaitannya dengan daerah-daerah maritim salah satunya yakni kota Lasem yang memiliki catatan sejarah perjalanan sejak masa Majapahit. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan eksistensi Lasem sebagai wilayah maritime dengan segala dinamika terwujudnya akulturasi budaya antara masyarakat sehingga menciptakan pola struktur masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa Lasem memiliki peran sentral dalam lintasan sejarah bangsa Indonesia bahkan sejak zaman kerajaan Majapahit sebagai tempat berlabuh bagi kapal-kapal dagang yang berasal dari Nusantara maupun Mancanegara menjadikan wilayah ini memiliki interaksi yang cukup erat dengan para pendatang asing, khususnya orang-orang etnis Tionghoa. Sehingga dari jalinan interaksi tersebut, tercipta akulturasi budaya yang dapat dibuktikan melalui pola dan struktur ruang tata letak kota Lasem yang bernuansa perpaduan antara gaya arsitektur Jawa, Tionghoa, dan Arab. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah eksistensi kota Lasem sebagai salah satu wilayah maritime di Pantai Utara Jawa tetap terjaga meskipun zaman yang telah silih berganti.

Cite

CITATION STYLE

APA

Adhitya, C., Erlangga, G., & Merina, M. (2023). RONA SEJARAH DAN BUDAYA MASYARAKAT PESISIR: JEJAK MARITIM DI LASEM. Anterior Jurnal, 22(2), 76–81. https://doi.org/10.33084/anterior.v22i2.4576

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free