Abstract
YouTube adalah bagian dari internet. Semua orang dapat dapat menggunakan media ini untuk melakukan dakwahnya, seperti Buya Syakur. Konten yang diminati oleh pengguna YouTube adalah “Bedah Kitab”, konten ini memiliki topik bahasan dari kajian-kajian kitab seperti Kitab Fathur Rabbani, Kitab Fi-Dhilalil Qur’an yang menjelaskan tentang pembangunan diri manusia. Oleh karena itu peneliti tertarik melakukan penelitian dari konten Buya Syakur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif Penelitian kualitatif deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang memandu penelitian untuk mengeksplorasi atau memotret situasi sosial yang akan diteliti secara menyeluruh, luas, dan mendalam, dan yang menjadi instrumen utamanya adalah peneliti itu sendiri. Hasil penelitian menunjukan adanya pesan dakwah yaitu agar kita tidak sombong nanum senantiasa rendah hati, tidak meremehkan orang lain, tidak merendahkan orang lain, tidak takabur, tidak menggap paling benar, namun harus selalu toleran. Kita tidak boleh dendam dan membenci kepada orang yang telah menzolimi kita, tetapi harus mudah memaafkan. Tidak merasa paling baik dihadapan Allah meskipun kita rajin beribadah sehingga terhindar dari sifat ujub. Allah lah yang memeiliki hak prerogatif siapa yang diberikan hidayah, tidak ada seorang pun yang mampu memberikan hidayah, jangankan kita yang hanya manusia biasa, Rasul Muhammad SAW, saja tidak mampu. Rasul Muhammad SAW dan kita hanya diberikan kewajiban untuk menyeru (berdakwah).
Cite
CITATION STYLE
Sobirin, A., & Kholis AR, M. N. (2022). ANALISIS PESAN DAKWAH VIDEO “JANGAN ADA DENDAM DAN KEBENCIAN KEPADA SIAPAPUN” PADA AKUN YOUTUBE KH. BUYA SYAKUR YASIN, M.A. JISMA: Jurnal Ilmu Sosial, Manajemen, Dan Akuntansi, 1(5), 765–774. https://doi.org/10.59004/jisma.v1i5.258
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.