PRODUKSI ENBAL (SINGKONG) CRISPY YANG DIFORTIFIKASI SERAT RUMPUT LAUT

  • Marasabessy I
  • Sudirjo F
  • Hamid S
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
14Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tujuan umum kegiatan ini adalah mengembangkan budaya knowledge based economy dalam bidang usaha pengolahan berbasis pangan lokal enbal (singkong) dan rumput laut dengan memanfaatkan pengetahuan, pendidikan maupun hasil riset. Tujuan khusus yaitu memaksimalkan penggunaan rumput laut sebagai sumber serat untuk bahan fortifikan agar dapat meningkatkan daya saing (nilai ekonomi dan nilai gizi) enbal crispy sebagai pangan lokal masyarakat kepulauan Kei. Metode pelaksanaan program ini dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama dilakukan produksi rumput laut dengan umur panen 60 hari. Tahap kedua diproduksi tepung enbal (singkong) dengan metode press ulir. Tahap ketiga di lakukan produksi enbal crispy rumput laut (ECRL). Hasil kegiatan menunjukkan produk ECRL cukup diminati konsumen, baik lokal maupun luar Maluku. Selama 6 bulan, produksi rumput laut sebanyak 500 kg (70%), produksi tepung enbal sebanyak 20kg (40%), produksi ECRL yang dihasilkan sebanyak 800 dos (20%), pendapatan mencapai 36 % dari target yang telah ditetapkan. Enbal crispy yang dihasilkan mengandung kadar air 8% dan HCN <3 mg/kg.

Cite

CITATION STYLE

APA

Marasabessy, I., Sudirjo, F., Hamid, S. K., & Irmawaty, Y. (2019). PRODUKSI ENBAL (SINGKONG) CRISPY YANG DIFORTIFIKASI SERAT RUMPUT LAUT. ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, 11(3). https://doi.org/10.36412/abdimas.v11i3.894

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free