Esensi Perbedaan Redaksi Perintah Membaca Dalam Al-Qur’an

  • Setyawan S
N/ACitations
Citations of this article
106Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Redaksi perintah “membaca” dalam Al-Qur’an berbeda-beda, namun memiliki esensi yang sama, yaitu “qirâ’ah”, “tartîl” dan “tilâwah”. Untuk memahami dengan benar perbedaan tersebut perlu penelitian dan analisa yang mendalam dengan penelitian kepustakaan (library research), terutama dari aspek kebahasaan dan tafsir-tafsir. Redaksi “qira’ah” merupakan sebuah aktifitas intelektual yang terus menerus, mendalam dan intensif, yang meliputi membaca, menghafal, meneliti dan memahami. Adapun kata “tartîl” merupakan perintah bacaan yang berkualitas, yaitu sesuai dengan kaidah-kaidah membaca Al-Qur’an (ilmu tajwid), sehingga bacaan tersebut menjadi jelas, benar dan sesuai dengan aturan (kaidah). Sedangkan lafazh “tîlâwah” merupakan perintah untuk mengikuti bacaan dan hafalan yang benar tersebut dengan pemamahan dan amalan, sehingga redaksi tersebut mencakup iman dan amal shaleh.

Cite

CITATION STYLE

APA

Setyawan, S. (2022). Esensi Perbedaan Redaksi Perintah Membaca Dalam Al-Qur’an. Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 7(01), 45. https://doi.org/10.30868/at.v7i01.2343

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free