Perbandingan Literasi Kesehatan Mental Pada Mahasiswa Keperawatan Dan Non-keperawatan

  • Niken Andalasari
  • Oktavia Safitri
N/ACitations
Citations of this article
12Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Latar Belakang: Penduduk Indonesia mengalami gangguan mental emosional (GME) pada usia ≥15 mengalami peningkatan sebanyak 9.8% di tahun 2018. Angka kejadian GME yang tinggi dipengaruhi oleh rendahnya literasi kesehatan mental termasuk di dalamnya pengetahuan yang terbatas, kepercayaan yang lemah dan tingginya stigma diri untuk mencari bantuan. Tujuan: untuk mengetahui perbandingan literasi kesehatan mental pada mahasiswa keperawatan dan non-keperawatan. Metode: penelitian yang digunakan adalah studi komparatif dengan menggunakan MHLQ dan data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif dan inferensial. Hasil: Pada penelitian ini literasi kesehatan mental pada mahasiswa keperawatan dengan jumlah skor tinggi sebanyak 36 responden (46.2%), skor sedang sebanyak 3 responden (3.8%). Sedangkan, literasi kesehatan mental pada mahasiswa nonkeperawatan didapatkan hasil skor tinggi sebanyak 2 responden (2.6%), skor terendah dengan jumlah 2 responden (2.6%), dan skor terbanyak yaitu sedang dengan jumlah 36 responden (44.9%). Analisis bivariat didapatkan adanya perbandingan antara mahasiswa keperawatan dan non-keperawatan menggunakan uji Mann-Whitney U test didapatkan hasil p-value 0,000 (<0,05). Kesimpulan: Semakin tinggi literasi kesehatan mental maka semakin rendah indikasi masalah kesehatan mental yang dapat alami

Cite

CITATION STYLE

APA

Niken Andalasari, & Oktavia Safitri. (2024). Perbandingan Literasi Kesehatan Mental Pada Mahasiswa Keperawatan Dan Non-keperawatan. Caring : Jurnal Keperawatan Al-Ikhlas, 1(1), 58–66. https://doi.org/10.70800/jckk.v1i1.125

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free