Abstract
Saat mengirim pesan teks melalui WhatsApp, kadangkala pesan yang dikirim sulit dipahami oleh penerima pesan karena keterbatasan pesan verbal merefleksikan ekspresi pelaku komunikasi yang berujung pada kesalahan makna dalam menerjemahkan pesan. Untuk meminimalisir hal tersebut, WhatsApp menyediakan fitur stiker sebagai komunikasi nonverbal agar komunikasi lebih interaktif. Menurut teori fungsional yang digagas Patterson, pesan nonverbal berperan membantu memaknai pesan verbal dalam aspek memberikan informasi tentang perasaan, mengekspresikan keintiman dengan orang lain dan membantu mencapai tujuan komunikasi. Penelitian dilakukan pada mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Imam Bonjol Padang angkatan 2017-2019 untuk melihat bagaimana stiker berperan sebagai pesan nonverbal di WhatsApp dengan analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui penyebaran angket, kemudian dijabarkan dalam bentuk statistik. Temuan penelitian menunjukkan seluruh responden setuju bahwa stiker mampu merepresentasikan pesan verbal dalam komunikasi interpersonal melalui WhatsApp. Aspek memberikan informasi tentang perasaan, ditemukan sebanyak 78% responden berada pada interval setuju, dan 22% sangat setuju. Aspek mengeskpresikan keintiman dengan orang lain ditemukan 62% responden berada pada interval setuju dan 38% responden sangat setuju. Aspek membantu mencapai tujuan komunikasi ditemukan sebanyak 71% responden berada pada interval setuju dan 29% responden sangat setuju. Ini membuktikan bahwa stiker berperan sebagai pesan nonverbal di WhatsApp dalam komunikasi interpersonal mahasiswa.
Cite
CITATION STYLE
Hariani, S. (2023). Stiker WhatsApp Sebagai Pesan Nonverbal Dalam Komunikasi Interpersonal Mahasiswa. Hikmah, 17(2), 255–270. https://doi.org/10.24952/hik.v17i2.6346
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.