KOMPOSISI DAN STRUKTUR KOMUNITAS FITOPLANKTON DI ESTUARI SUNGAI MEMPAWAH, KALIMANTAN BARAT

  • Yusuf M
  • , S.Si., M.Si M
  • S.Si., M.Si S
N/ACitations
Citations of this article
19Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Estuari Sungai Mempawah merupakan wilayah Kalimantan Barat yang terletak di 00˚18’21.82” LU - 108˚57’46.65” BT. Estuari Sungai Mempawah berbatasan langsung dengan Laut Natuna. Estuari Sungai Mempawah dimanfaatkan oleh warga sekitar Sungai Mempawah sebagai lokasi transportasi, dermaga dan juga sebagai lokasi pembuangan limbah rumah tangga. Fitoplankton merupakan organisme yang berperan penting sebagai produsen dalam tingkatan rantai makanan, maka dari itu kelimpahan jumlah fitoplankton di suatu perairan dapat dijadikan sebagai indikator baik atau buruknya suatu perairan (Thurman, 1994). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan struktur komunitas fitoplankton, kualitas lingkungan perairan dan korelasi kepadatan fitoplankton dengan parameter fisika – kimia perairan estuari Sungai Mempawah. Penelitian ini telah dilakukan mulai Oktober 2017 dengan menggunakan metode survei dan koleksi langsung dilapangan. Hasil penelitian menunjukkan Komposisi fitoplankton di estuari Sungai Mempawah terdiri dari 8 divisi, 10 kelas, 33 ordo, 40 famili dan 57 genus. Kepadatan tertinggi dari fitoplankton adalah berasal dari kelas Bacillariophyceae pada stasiun 1 sebanyak 3391 Ind/L. Kisaran indeks keanekaragaman fitoplankton 2,687 – 2,958, indeks keseragaman fitoplankton 0,298 – 0,459 dan indeks dominansi 0,077 – 0,121. Kondisi perairan di estuari Sungai Mempawah masih dalam kondisi baik. Parameter salinitas berkorelasi positif dengan kepadatan fitoplankton di estuari Sungai mempawah (0,894), sedangkan nitrat berkorelasi negatif dengan kepadatan fitoplankton di estuari Sungai Mempawah (-0,900).

Cite

CITATION STYLE

APA

Yusuf, M., , S.Si., M.Si, M., & S.Si., M.Si, S. M. (2019). KOMPOSISI DAN STRUKTUR KOMUNITAS FITOPLANKTON DI ESTUARI SUNGAI MEMPAWAH, KALIMANTAN BARAT. Jurnal Laut Khatulistiwa, 2(1), 1. https://doi.org/10.26418/lkuntan.v2i1.29933

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free