Komparasi Metode Support Vector Machine dan Naive Bayes Classifier untuk Pemodelan Kualitas Pengajuan Kredit

  • Tamami M
  • Kharisudin I
N/ACitations
Citations of this article
39Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) merupakan suatu risiko yang terdapat dalam setiap pemberian kredit oleh bank atau institusi pemberian kredit kepada customernya. Suatu bank memiliki risiko yang tinggi dalam hal kredit dapat dilihat dari tinggi rendahnya NPL bank tersebut. Permasalahan NPL ditandai dengan kredit yang tidak dapat kembali tepat pada jangka waktu yang telah ditentukan. Analisis penilaian risiko calon debitur pada suatu bank perlu dilakukan untuk mengantisipasi permasalahan NPL. Pada penelitian ini dilakukan analisis pemodelan kualitas kredit menggunakan metode Support Vector Machine (SVM) dan Naive Bayes Classifier (NBC) untuk melakukan klasifikasi penilaian risiko calon debitur. Pada SVM diujikan tiga fungsi kernel, yaitu fungsi kernel Linear, fungsi kernel Gaussian Radial Basis Function (RBF), dan fungsi kernel Polynomial. Hasil penelitian menunjukkan model klasifikasi yang dihasilkan oleh metode SVM fungsi kernel RBF merupakan model terbaik, dengan akurasi 96.65%. Hasil pemodelan dapat digunakan dalam mengklasifikasi sekaligus menyeleksi calon debitur, apakah akan menjadi debitur yang mempunyai kualitas kredit baik atau buruk.

Cite

CITATION STYLE

APA

Tamami, M. K., & Kharisudin, I. (2023). Komparasi Metode Support Vector Machine dan Naive Bayes Classifier untuk Pemodelan Kualitas Pengajuan Kredit. Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences, 46(1), 38–44. https://doi.org/10.15294/ijmns.v46i1.46174

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free