Abstract
Kelor merupakan tanaman yang daunnya sudah biasa dikonsumsi sebagai sayur, dan sekarang daun kelor juga digunakan sebagai teh dan bahan tambahan dalam kue. Hasil penelitian tentang kelor masih kontroversi yaitu, disatu sisi mengatakan kelor dapat meningkatkan kualitas spermatozoa dan disisi lain mengatakan dapat menghambat fertilitas. Tujuan penelitian untuk melihat pengaruh seduhan tepung daun kelor terhadap konsentrasi spermatozoa dan ketebalan epitel tubulus seminiferus. Tikus jantan yang digunakan sebanyak 24 ekor dengan berat 200 g dibagi menjadi empat perlakuan yaitu kontrol (P0), 18 mg/kg BB (P1), 36 mg/kg BB (P2) dan 72 mg/kg BB (P3) selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seduhan daun kelor berpengaruh nyata menurunkan konsentrasi spermatozoa (P?0,05), seduhan daun kelor tidak berpengaruh terhadap ketebalan epitel tubulus seminiferus tetapi menyebabkan epitel germinal menjadi longggar karena banyak epitel yang lepas kelumen.
Cite
CITATION STYLE
Sugiantari, I. A. P., Suaskara, I. B. M., & Suarni, N. M. R. (2020). Konsentrasi Spermatozoa Dan Ketebalan Tubulus Seminiferus Tikus Putih Jantan Setelah Pemberian Seduhan Daun Kelor (Moringa oleifera L.). Metamorfosa: Journal of Biological Sciences, 7(2), 97. https://doi.org/10.24843/metamorfosa.2020.v07.i02.p13
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.