Musical Creation: Aku dan Kamu Bukan Kita | Kreasi musik: Aku dan Kamu Bukan Kita

  • Junaedi I
  • - S
  • Ruastiti N
N/ACitations
Citations of this article
37Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Karya seni karawitan baru berjudul “Aku dan Kamu bukan Kita”, ini bermakna pada penunjukan aku (penata), masyarakat penonton (kamu), (bukan kita) merupakan perbedaan interpretasi, apresiasi, dan pemahaman masing-masing individu yang menikmati karya ini.  Artinya bahwa dalam kehidupan ini kita harus menyadari adanya perbedaan prinsip, persepsi, cara pandang, perlakuan dalam kehidupan. Perbedaan itu indah dan tidak mesti diseragamkan. Kita harus saling menerima dan saling menghargai perbedaan, karena perbedaan adalah pengayaan yang dapat digunakan untuk saling melengkapi dan saling mengisi kekurangan satu sama lainnya. Penciptaan karya ini bertujuan untuk menampilkan warna baru dalam seni karawitan Bali yang selama ini selalu dimainkan secara berkelompok, dan masing-masing orang memainkan satu instrumen. Berbeda halnya dibandingkan dengan garapan baru ini, yang dalam penyajiannya menggunakan satu instrumen, dimainkan oleh satu orang pemain. Sajian musik solois ini dikembangkan dari instrumen tingklik dengan mengadopsi teknik permainan berbagai alat pukul instrumen tradisional Bali. Penciptaan karya seni karawitan baru “Aku dan Kamu bukan Kita”, ini dilakukan dengan menggunakan metode penciptaan yang dikemukakan oleh I Wayan Senen yaitu melalui proses rangsangan awal, kemudian dilanjutkan dengan proses implementasi gagasan dengan menggunakan proses penciptaan yang dikemukakan oleh Halma Hawkins, melalui tahapan eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Inovasi karya seni karawitan baru yang dimainkan secara solois ini mengembangkan teknik permainan instrumen yang diadopsi dari berbagai macam teknik instrumen pukul di Bali.

Cite

CITATION STYLE

APA

Junaedi, I. P. A., -, S., & Ruastiti, N. M. (2022). Musical Creation: Aku dan Kamu Bukan Kita | Kreasi musik: Aku dan Kamu Bukan Kita. GHURNITA: Jurnal Seni Karawitan, 2(3), 217–224. https://doi.org/10.59997/jurnalsenikarawitan.v2i3.1278

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free