Abstract
Energi listrik yang disalurkan hingga ke pelanggan terhubung dengan jaringan distribusi. Dalam ruang lingkup jaringan distribusi listrik terdapat permasalahan yaitu kapasitas rating yang melebihi beban penyulang serta panjang jaringan pada penyulang tersebut. Ini berbahaya karena beban yang dilayani terlalu jauh, dan beban yang berlebihan akan meningkatkan arus yang mengalir ke penghantar. Sehingga menyebabkan tegangan menjadi drop sampai ke pelanggan dan apabila terjadi gangguan penyulang akan memperluas daerah padam. Rugi daya yaitu sebuah permasalahan yang dari dulu selalu dihadapi oleh PT. PLN (Persero) dan tidak dapat terhindarkan. Hal ini juga serupa dengan kondisi yang terjadi di PT. PLN (Persero) ULP Woha, dimana beban penyulang Karumbu sudah terlalu berat dengan kapasitas hingga 91 Ampere dengan panjang penyulang 167 kMs. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah perlunya pemecahan penyulang dan perencanaan pembangunan gardu hubung Monta untuk mengurangi beban dan panjang penyulang Karumbu dengan simulasi menggunakan software ETAP 12.6.0. Berdasarkan hasil simulasi menggunakan software ETAP 12.6.0 didapat hasil tegangan pada ujung penyulang Karumbu yang awalnya sebesar 18,087 kV menjadi 18,885 kV setelah dilakukan pemecahan beban penyulang. Manfaat yang nantinya diperoleh adalah mengurangi beban penyulang Karumbu serta memperbaiki tegangan di sisi 20 kV dan pelanggan.
Cite
CITATION STYLE
MUHAMMAD, Y. N., Darmawan, I., Andriani, T., & Hidayatullah, M. (2023). PERBAIKAN TEGANGAN PENYULANG KARUMBU DENGAN METODE PECAH BEBAN PADA PT. PLN (PERSERO) ULP WOHA. Journal Altron; Journal of Electronics, Science & Energy Systems, 2(02), 155–164. https://doi.org/10.51401/altron.v2i02.2177
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.