Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya Pemerintah Kota Bandung dalam memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan yang selama ini dilakukan secara konvensional, yaitu warga harus mendatangi fasilitas kesehatan terlebih dahulu agar dilayani. Permasalahan sebuah kota khususnya Kota Bandung sudah berkembang sangat kompleks sehingga solusi-solusi konvensional seringkali tidak dapat untuk mengatasi permasalahan dalam pelayanan kesehatan, maka diperlukan solusi-solusi yang lebih inovatif untuk menyelesaikan permasalahan layanan kesehatan di Kota Bandung. Inovasi tersebut bernama Layad Rawat. Melalui program ini, Kota Bandung telah berupaya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan memfasilitasi kebutuhan masyarakat. Teknik pengambilan data, dilakukan dengan cara wawancara mendalam (deep interview) kepada Dinas Kesehatan dan UPT P2KT Kota Bandung, dokumen tertulis berupa peraturan-peraturan resmi, arsip, dan dokumentasi gambar. Hasil penelitian menunjukan bahwa program Layad Rawat sesuai dengan kriteria best practice, dilihat dari dampak kemunculan Layad Rawat, terciptanya kemitraan dengan sektor swasta, peran kepala daerah yang sangat mendukung terhadap program, keadilan bagi semua warga untuk mengakses layanan, keberlanjutan, serta adopsi oleh daerah lain. Melalui Layad Rawat, masyarakat Kota Bandung tidak lagi mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan, hanya memanggil Call Center 119. Praktik inovasi Layad Rawat dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Bandung merupakan solusi terbaik dalam menjawab permasalahan yang dirasakan masyarakat. Kata Kunci: Inovasi, Pelayanan Kesehatan, Layad Rawat.
Cite
CITATION STYLE
Adiguna, A. P., & Rahmawati, D. E. (2020). Organizing Public Health Services Based on Best Practice Study of the “Layad Rawat” Innovation Program in Bandung. Jurnal Ilmiah Tata Sejuta STIA Mataram, 6(1), 410–428. https://doi.org/10.32666/tatasejuta.v6i1.115
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.