Abstract
Latar Belakang: Stomatitis Aftosa Rekuren (SAR) adalah suatu kondisi peradangan yang terjadi pada mukosa mulut, berupa ulkus berwarna kuning-putih yang salah satu penyebabnya adalah stres. Stres adalah keadaan gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang biasanya sering dialami oleh mahasiswa aktivis karena adanya tekanan baik dalam bidang akdemik maupun non-akademik. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Poltekkes Kemenkes Bandung dengan sampel mahasiswa aktivis sebanyak 94 orang yang diambil menggunakan cara purposive sampling dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stress dengan kejadian stomatitis aftosa rekuren pada mahasiswa aktivis. Hasil: Analisis data univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan chi-square. Tingkatan stres dengan kategori sedang banyak dialami yaitu pada 59 orang (62%) yang di dominasi oleh perempuan (50%). Responden yang tidak mengalami SAR sebanyak 50 orang (53.6%). Hasil analisis uji chi-square menunjukan nilai p=0,000 Kesimpulan: Terdapat hubungan antara stres dengan kejadian stomatitis aftosa rekuren pada mahasiswa aktivis Poltekkes Kemenkes Bandung. Hal tersebut dapat terjadi karena stress dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan resiko terjadinya peradangan di mulut hingga memicu munculnya stomatitis pada individu.
Cite
CITATION STYLE
Sya’diyah, R. N., Widyastuti, T., & Restuning, S. (2024). HUBUNGAN STRES DENGAN KEJADIAN STOMATITIS AFTOSA REKUREN PADA MAHASISWA AKTIVIS POLTEKKES KEMENKES BANDUNG. Jurnal Terapi Gigi Dan Mulut, 4(1), 75–82. https://doi.org/10.34011/jtgm.v4i1.2119
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.