Antara Timur Dan Barat: Merefleksikan Pendidikan Karakter Indonesia Melalui Pemikiran Sutan Takdir Alisjahbana

  • Rahman F
N/ACitations
Citations of this article
22Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Persoalan seputar benturan peradaban Timur dan Barat sebagaimana dicetuskan oleh Edward Said dengan Orientalisme-nya dan Hassan Hanafi dengan Oksidentalisme-nya masih menjadi hal yang menarik untuk didiskusikan saat ini. Bukan hanya terjadi di negara-negara bekas jajahan Barat/Eropa, persoalan itu juga terjadi di negara-negara Barat sendiri. Bedanya, jika di negara-negara Barat, tradisitradisi Timur dilirik sebagai wujud dari pelepasan rasa penat masyarakatnya terhadap berbagai praktik modernitas, maka sebaliknya di negara-negara Timur masyarakatnya justru terus mencoba terbuka menyerap modernitas Barat dan pada saat bersamaan berupaya mempertahankan nilai-nilai tradisinya. Artikel ini mencoba membahas persoalan tersebut dalam ruang lingkup Indonesia. Dengan membahas dan merefleksikan pemikiran terkait “polemik kebudayaan” yang pernah dipantik oleh Sutan Takdir Alisjahbana pada 1935, tulisan ini mencoba untuk meretas masalah benturan antara Timur dan Barat di Indonesia sebagai suatu hal yang kini terlupakan dalam upaya membangun pendidikan karakter bangsa.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rahman, F. (2020). Antara Timur Dan Barat: Merefleksikan Pendidikan Karakter Indonesia Melalui Pemikiran Sutan Takdir Alisjahbana. Jantra., 15(1), 29–42. https://doi.org/10.52829/jantra.v15i1.130

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free