Abstract
Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif yaitu pendekatan yang bertumpu pada pengumpulan data berupa angka hasil pengukuran. Adapun hasil pembahasan ini adalah: 1) Konseling sebaya dalam membangun hubungan dengan konseli. Membangun hubungan dengan konseli dilakukan di awal pertemuan konseling, dalam membangun hubungan dengan konseli, konselor sebaya meyambut klien dengan baik serta konselor juga dapat melakukan keterampilan attending yang dilakukan dengan tujuan agar konseli dapat merasa nyaman serta diterima kehadirannya. 2) Konseling sebaya membantu konseli dalam proses pengambilan keputusan. Konselor sebaya membantu konseli dalam proses pengambilan keputusan atas permasalahan yang dialami konseli. Konselor sebaya mengidetifikasi keputusan seperti apa yang dibutuhkan oleh konseli dilihat dari diagnosis permasalahan serta menjabarkan keuntungan serta kekurangan dari setiap pilihan keputusandan konsekuensinya. 3) Konseling sebaya mengevaluasi konseli dalam menjalankan keputusan. Setelah mengambil sebuah keputusan yang akan membantu konseli untuk menyelesaikan masalahnya perlu dilakukan evaluasi terhadap konseli.
Cite
CITATION STYLE
Purwanti, S., Wahyu Utami, S., & Latifah, L. (2022). KONSELING SEBAYA PADA KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DALAM KOMUNIKASI INTERPERSONAL. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Pandohop, 2(2), 47–55. https://doi.org/10.37304/pandohop.v2i2.5245
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.