PERBANDINGAN ANALISA NERACA KEUANGAN SARANA PERAIRAN NELAYAN DI KABUPATEN BINTAN DAN KABUPATEN LINGGA

  • Inge Lengga Sari Munthe, Rizki Yuli Sari
N/ACitations
Citations of this article
22Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kabupaten Bintan 98% dari total luas daerahnya adalah perairan. Jadi wajar bahwa banyak  penduduk  Bintan yang menjadi nelayan. Begitu juga dengan penduduk kabupaten Lingga. Dalam menjalankan profesinya, nelayan memerlukan  sarana perairan. Sarana itu  alat tangkap ikan yang  bisa berupa motor , kelong ataupun pukat cincin. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat net present value atau sarana yang bisa menguntungkan dan internal rate of return  atau berapa imbal hasil yang diperoleh dengan investasi yang dipakai. Metode pengambilan data, adalah dengan data primer. Data primer ini bisa berupa wawancara dan observasi. Dari hasil penelitian, untuk nelayan Lingga, dari hasil Net Present Value usaha dengan menggunakan pukat cincin dikatakan usaha yang layak rata-rata setelah 2 tahun 8 bulan. Sementara untuk imbal hasil yang diperoleh dengan investasi yang dipakai, pada tahun 3 baru bisa melebihi bunga deposito tabungan. Dari hasil penelitian, untuk nelayan di Bintan, dalam hal ini Telok Sebong, dari hasil Net Present Value usaha dengan menggunakan kelong apung dikatakan usaha yang layak pada tahun ke 3. Sementara untuk imbal hasil yang diperoleh dengan investasi yang dipakai, pada tahun 3 baru bisa melebihi bunga deposito tabungan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Inge Lengga Sari Munthe, Rizki Yuli Sari. (2020). PERBANDINGAN ANALISA NERACA KEUANGAN SARANA PERAIRAN NELAYAN DI KABUPATEN BINTAN DAN KABUPATEN LINGGA. Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Finansial Indonesia, 4(1), 83–90. https://doi.org/10.31629/jiafi.v4i1.2706

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free