Studi Literatur: Intensi Konsumsi Sugar-Sweetened Beverages Ditinjau dari Prediktor Theory of Planned Behavior

  • Buwana A
N/ACitations
Citations of this article
209Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Indonesia menempati posisi tertinggi ketiga dalam konsumsi sugar-sweetened beverages (SSB) di Asia Tenggara, dengan jumlah 20,23 liter/orang setiap tahunnya. Di Indonesia, SSB dikonsumsi setidaknya sekali dalam satu minggu oleh 62% anak-anak, 72% remaja, dan 61% dewasa. SSB merupakan jenis minuman yang mengandung pemanis berkalori, seperti minuman berkarbonasi (soda), minuman energi, teh manis, sport drink, dan minuman rasa buah. SSB digemari oleh banyak orang karena beberapa faktor, seperti faktor ekonomi, faktor sosial, serta faktor psikologis. Konsumsi SSB mengandung faktor risiko, baik secara fisik maupun psikologis. Salah satu model dan teori perilaku sehat yang dapat menjelaskan intensi individu pada suatu perilaku, khususnya dalam konteks penelitian ini, yaitu konsumsi SSB pada individu muda adalah Theory of Planned Behavior (TPB). Oleh karena itu, penulis hendak melakukan telaah literatur secara naratif sebelum melakukan penelitian lebih lanjut.

Cite

CITATION STYLE

APA

Buwana, A. C. (2023). Studi Literatur: Intensi Konsumsi Sugar-Sweetened Beverages Ditinjau dari Prediktor Theory of Planned Behavior. Buletin Riset Psikologi Dan Kesehatan Mental (BRPKM), 3(1), 16–24. https://doi.org/10.20473/brpkm.v3i1.48477

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free