Abstract
Religi masyarakat jawa telah mengalami perkembangan modern. Peninggalan bangunan seperti menhir dan punden berundak pada zaman megalitikum mewujudkan bahwa kehidupan religi masyarakat jawa yang disebut Animisme, Dinamisme itu sudah ada. Datangnya Hinduisme menandai zaman sejarah masyarakat. Hinduisme menawarkan konsep-konsep religi dan wujud bangunan peribadatan berupa percandian. Masyarakat jawa dengan adanya konsep-konsep religi Hinduisme menjadikan religi asli mereka semakin berkembang. Sampai saat ini Agama dan Budaya jawa menghadapi tantangan global, tantangan Materialisme dan bahkan dampak perkembangan media sosial sangat mempengaruhi kebudayaan jawa. Lebih terikat pada adat dan tradisinya. Hal ini diakitbatkan adanya pembudidayaan Agama menjadi praktek kehidupan nyata sehingga keberadaan Agama Hindu tidak secara jelas dengan kitab Wedanya sebagai dasar pedomannya, melainkan budaya-budaya yang sudah melekat yang dijadikan praktek. Dalam adat baik dalam ritual maupun penghayatan sastra-sastra ( Nyastra ) sehingga dijumpai Ketika acara keagamaan memakai Weda sebagai bahan bacaan di Pura maupun dalam pedoman ritualnya.
Cite
CITATION STYLE
Suranto. (2022). DENYUT KEHIDUPAN ORANG JAWA DAN HINDUISME. Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu, 27(2), 228–233. https://doi.org/10.54714/widyaaksara.v27i2.195
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.