DENYUT KEHIDUPAN ORANG JAWA DAN HINDUISME

  • Suranto
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Religi masyarakat jawa telah mengalami perkembangan modern. Peninggalan bangunan seperti menhir dan punden berundak pada zaman megalitikum mewujudkan bahwa kehidupan religi masyarakat jawa yang disebut Animisme, Dinamisme itu sudah ada. Datangnya Hinduisme menandai zaman sejarah masyarakat. Hinduisme menawarkan konsep-konsep religi dan wujud bangunan peribadatan berupa percandian. Masyarakat jawa dengan adanya konsep-konsep religi Hinduisme menjadikan religi asli mereka semakin berkembang. Sampai saat ini Agama dan Budaya jawa menghadapi tantangan global, tantangan Materialisme dan bahkan dampak perkembangan media sosial sangat mempengaruhi kebudayaan jawa. Lebih terikat pada adat dan tradisinya. Hal ini diakitbatkan adanya pembudidayaan Agama menjadi praktek kehidupan nyata sehingga keberadaan Agama Hindu tidak secara jelas dengan kitab Wedanya sebagai dasar pedomannya, melainkan budaya-budaya yang sudah melekat yang dijadikan praktek. Dalam adat baik dalam ritual maupun penghayatan sastra-sastra ( Nyastra ) sehingga dijumpai Ketika acara keagamaan memakai Weda sebagai bahan bacaan di Pura maupun dalam pedoman ritualnya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Suranto. (2022). DENYUT KEHIDUPAN ORANG JAWA DAN HINDUISME. Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu, 27(2), 228–233. https://doi.org/10.54714/widyaaksara.v27i2.195

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free