DI ANTARA LEGALITAS DAN KETIDAKPASTIAN: STUDI TENTANG KERENTANAN TRANSNASIONAL MIGRAN INDONESIA DI AUSTRALIA

  • Farabi N
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Artikel ini mengkaji pengalaman hidup migran sementara Indonesia di Australia dengan menggunakan perspektif keamanan manusia dalam kajian hubungan internasional. Migrasi sementara kerap dibingkai sebagai peluang ekonomi yang menguntungkan, namun kenyataannya banyak migran menghadapi ketidakpastian hukum, keterbatasan akses terhadap layanan dasar, dan eksklusi sosial-politik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan narasi migran yang terdokumentasi dalam penelitian terdahulu, artikel ini menunjukkan bagaimana rezim migrasi di negara tujuan menempatkan migran dalam posisi yang secara ekonomi dibutuhkan, tetapi secara institusional tidak terlindungi. Ketidakamanan yang dialami—baik dalam bentuk ketidakpastian status visa, diskriminasi tidak langsung, maupun keterbatasan hak kerja—mengindikasikan bahwa kerangka kebijakan saat ini gagal menjamin martabat dan kesejahteraan migran. Artikel ini juga mengkritisi minimnya intervensi negara asal, yaitu Indonesia, dalam menjamin perlindungan hak warga negaranya di luar negeri. Dengan demikian, tulisan ini menyoroti pentingnya keterlibatan negara dalam memastikan bahwa migrasi bukan sekadar ekspor tenaga kerja, tetapi bagian dari tanggung jawab negara terhadap warga negara di ruang transnasional. Kontribusi artikel ini terletak pada upayanya mendorong pembacaan ulang terhadap migrasi sebagai isu keamanan manusia, dan menawarkan refleksi kritis terhadap tata kelola migrasi yang lebih adil dan manusiawi.This article examines the lived experiences of Indonesian temporary migrants in Australia through the lens of human security within the field of international relations. While temporary migration is often framed as a beneficial economic opportunity, in reality, many migrants face legal uncertainty, limited access to basic services, and socio-political exclusion. Employing a qualitative approach and drawing on migrant narratives documented in previous studies, this article illustrates how migration regimes in destination countries place migrants in positions of economic necessity while offering little institutional protection. The insecurities experienced ranging from visa status uncertainty and indirect discrimination to restricted labor rights suggest that current policy frameworks fail to uphold migrants’ dignity and well-being. The article also critiques the lack of intervention by the country of origin, Indonesia, in ensuring the protection of its citizens abroad. Accordingly, this study underscores the importance of state engagement in ensuring that migration is not merely treated as labor export, but as part of the state's responsibility to its citizens in transnational spaces. The contribution of this article lies in its effort to reframe migration as a human security issue and to offer a critical reflection on the need for more just and humane migration governance.

Cite

CITATION STYLE

APA

Farabi, N. (2025). DI ANTARA LEGALITAS DAN KETIDAKPASTIAN: STUDI TENTANG KERENTANAN TRANSNASIONAL MIGRAN INDONESIA DI AUSTRALIA. Review of International Relations, 7(1), 1–27. https://doi.org/10.24252/rir.v7i1.56546

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free