Abstract
Artikel ini membahas tetang metode tartil Muhammad Syahrur dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an. Untuk memahami dan mengungkap lebih dalam mengenai makna dan kandungan al-Qur’an, para mufassir telah menawarkan berbagai metode dan model interpretasi. Hal ini harus tetap dilakukan agar umat Islam tidak mengalami stagnasi dan diharapkan mampu berperan dalam menyelesaikan problem kekinian. Oleh karenanya, Syahrur kemudian menawarkan sebuah model penafsiran al-Qur`an yang disebut dengan pembacaan tartil (intertekstual). Melalui pendekatan analisis deskriptif, artikel ini mengungkap gagasan hermeneutika dari Muhammad Syahrur, bagaimana metodologi penafsiran yang ditawarkan, serta model pengaplikasian metode Muhammad Syahrur terhadap kajian al-Qur`an. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Muhammad Syahrur telah melakukan pembaharuan dalam kajian keislaman, khusunya dalam upaya menafsiran al-Qur’an dengan tawaran metode tartil -nya. Model penafsiran Muhammad Syahrur ini ialah dengan mengumpulkan ayat-ayat yang berhubungan mengenai suatu tema tertentu, kemudian merunutkan beberapa ayat di belakang ayat yang lain untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif, utuh, serta objektif mengenai suatu topik tertentu.
Cite
CITATION STYLE
Basri, B. B. (2020). METODE TARTI>L DALAM PENAFSIRAN AL-QUR’AN (TEORI INTERPRETASI MUHAMMAD SYAHRUR). AL-WAJID: JURNAL ILMU AL-QURAN DAN TAFSIR, 1(2). https://doi.org/10.30863/alwajid.v1i2.1260
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.