Produksi, Distribusi, dan Konsumsi dalam Industrialisasi Musik Pop Bali

  • Ardini N
N/ACitations
Citations of this article
35Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Musik pop Bali mengalami industrialisasi sejak dasawarsa 1990-an ketika perkembangan  teknologi, sistem ekonomi,  dan budaya musik baru mendorong  secara masif kelahiran  studio-studio  rekam, musisi-musisi, dan produk-produknya. Di tangan pemilik modal, muncul kapitalisme  musik pop Bali. Di balik disknrsus pelestarian  budaya Bali melalui musik pop Bali, ideologi dan kepentingan bekerja untuk tujuan kapitalisas­ inya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sepanjang dua setengah dasawarsa ini, industrialisasi musik pop Bali  berlangsung  dalam  bentuk  produksi,  distribusi,  dan  konsumsinya  di  wilayah  Provinsi  Bali  akibat adanya jalinan kekuasaan budaya, kekuasaan kapital,  dan kekuasaan media. lndustrialisasi tersebut dipen­ garuhi oleh sejumlah ideologi, yaitu kapitalisme,  popisme, politik budaya lokal, dan kulturalisme,  di mana kapitalisme  menjadi  ideologi  dominan.  Industrialisasi musik  pop Bali  menyebabkan  terjadinya  dampak tertentu.  Dampak  ekonomi  terkait  dengan  nilai  tukar;  dampak  sosial  (nilai  guna)  terkait  dengan  nilai gunalmanfaat;  dampak budaya terkait dengan nilai identitaslotentisitas; dan dampak politik terkait dengan nilai pembangunanismel developmentalisme.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ardini, N. W. (2021). Produksi, Distribusi, dan Konsumsi dalam Industrialisasi Musik Pop Bali. Mudra Jurnal Seni Budaya, 31(1). https://doi.org/10.31091/mudra.v31i1.248

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free