Perubahan Konsumsi Pangan Nabati pada Orang Dewasa di Pulau Jawa Sehubungan Pandemi Covid-19

  • Putri Rialdi A
  • Hardinsyah H
  • Aries M
N/ACitations
Citations of this article
40Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan terjadinya pembatasan mobilitas orang dan barang serta menurunkan akses dan daya beli masyarakat terhadap pemenuhan kebutuhan dasar termasuk pangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan konsumsi pangan nabati pada wanita dan pria di Jawa sehubungan terjadinya pandemi Covid-19. Desain penelitian ini adalah cross sectional survey secara online menggunakan google form melalui website Kudata dan media sosial. Jumlah total subjek akhir sebanyak 2040 orang dewasa yang terdiri atas 1773 wanita dan 267 pria. Konsumsi pangan nabati dikelompokkan  menjadi makanan pokok, kacang-kacangan, sayur, dan buah. Perubahan konsumsi pangan nabati adalah perbedaan konsumsi pangan nabati berdasarkan persepsi subjek secara kualitatif (meningkat, tetap, atau menurun) menurut kelompok pangan selama pandemi dibanding sebelum pandemi. Uji Mann Whitney digunakan untuk menganalisis perubahan konsumsi. Hasil penelitian menunjukkan baik pada wanita maupun pria terjadi peningkatan signifikan (p<0,01) konsumsi semua kelompok pangan nabati yaitu makanan pokok, kacang-kacangan, sayur, dan buah. Peningkatan konsumsi pangan nabati yang paling tinggi pada masing-masing kelompok pangan berturut-turut adalah beras, kacang kedelai, bayam, dan pisang. Peningkatan konsumsi pangan nabati yang paling rendah pada masing-masing kelompok pangan berturut-turut adalah jagung, kacang merah, ketimun, apel dan pear.

Cite

CITATION STYLE

APA

Putri Rialdi, A., Hardinsyah, H., & Aries, M. (2023). Perubahan Konsumsi Pangan Nabati pada Orang Dewasa di Pulau Jawa Sehubungan Pandemi Covid-19. Jurnal Ilmu Gizi Dan Dietetik, 2(1), 9–15. https://doi.org/10.25182/jigd.2023.2.1.9-15

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free