Abstract
Kabupaten Sumenep mempunyai banyak potensi pariwisata yang beragam, destinasi wisata yang sangat menonjol di Kabupaten Sumenep yaitu wisata pulau. Pulau Gili Iyang juga dikenal sebagai “Pulau Oksigen”, karena memiliki potensi wisata alam dan potensi kadar oksigen yang tinggi (di atas ambang normal 20%) dibandingkan dengan wilayah lain di Indonesia (LAPAN). Pengembangan Wisata Pulau Gili Iyang membutuhkan partisipasi masyarakat dengan cara berperan aktif dan sistematis, peran masyarakat dalam pemahaman pengelolaan dan pemanfaatan potensi wisata sangat penting dalam pengembangan pariwisata di daerah, Pengelolaan pariwisata akan optimal jika berbasis masyarakat. Penelitian ini berfokus pada Tata Kelola Wisata Pulau Gili Iyang: Perspektif Community Based Touris, dengan menganalisis tingkat partisipasi masyarakat lokal di Pulau Gili Iyang dalam memanfaatkan dan mengembangkan potensi wisata di Pulau Gili Iyang. Metode kualitatif digunakan dalam metode penelitian ini, dan teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Teori Community Based Tourism Suansri (2003) digunakan dalam analisis data, dengan lima prinsip pendekatan yaitu: (1) prinsip ekonomi, (2) prinsip sosial, (3) prinsip budaya, (4) prinsip lingkungan dan (5) prinsip politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tata kelola wisata Pulau Gili Iyang sudah berjalan dengan baik, dibuktikan dengan peran Pokdarwis yang dapat membuka lapangan pekerjaan di sektor pariwisata, meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Gili Iyang. Melakukan konservasi lingkungan serta masyarakat dapat berpartisipasi dalam pengelolaan wisata, dengan menjadi bagian dari anggota Pokdarwis.
Cite
CITATION STYLE
Musleh, Moh. (2023). Tata Kelola Wisata Pulau Gili Iyang: Perspektif Community Based Tourism. Journal of Contemporary Public Administration (JCPA), 3(1), 42–50. https://doi.org/10.22225/jcpa.3.1.2023.42-50
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.