Pengembangan Kewirausahaan Lansia melalui Inovasi Produk Daun Kelor di Kelurahan Payaroba Kota Binjai

  • Berutu N
  • Hodriani H
  • Diningrat D
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
6Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kelurahan Payaroba memiliki populasi lansia sebesar 30% (Aging Population). Meski 25% di antaranya berpengalaman wirausaha, potensi tersebut belum dimanfaatkan optimal. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi dan kualitas hidup lansia melalui pemberdayaan potensi lokal daun kelor. Metode Participatory Learning and Action (PLA) digunakan melalui tiga tahapan: (1) Persiapan (perencanaan, brainstorming, FGD, dan pre-event); (2) Pelaksanaan (pra-inkubasi, aplikasi, inkubasi, dan pasca-inkubasi); serta (3) Evaluasi (pre dan post-wawancara). Hasil menunjukkan bahwa pengembangan kewirausahaan berbasis inovasi daun kelor berdampak positif dan transformatif. Melalui pelatihan dan pendampingan intensif, lansia memperoleh keterampilan teknis serta kepercayaan diri untuk berwirausaha. Program ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif berbasis potensi lokal efektif mendorong kemandirian ekonomi lansia serta memberikan model replikasi bagi pemberdayaan masyarakat melalui bahan lokal bernilai ekonomi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Berutu, N., Hodriani, H., Diningrat, D. S., Rahmi, A., Siregar, Z., & Junaidi, J. (2026). Pengembangan Kewirausahaan Lansia melalui Inovasi Produk Daun Kelor di Kelurahan Payaroba Kota Binjai. ADMA : Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 6(2), 69–82. https://doi.org/10.30812/adma.v6i2.5220

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free