Abstract
Era globalisasi membawa tantangan signifikan bagi Studi Islam, termasuk isu radikalisme, sekularisme, dan pluralisme, yang menuntut pendekatan kajian yang lebih kontekstual dan inklusif. Artikel ini mengeksplorasi relevansi pendekatan multidisipliner yang mengintegrasikan perspektif normatif, historis, sosiologis, dan antropologis dalam memperkaya pemahaman ajaran Islam dan meningkatkan relevansinya terhadap persoalan global. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif-analitis melalui kajian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pendekatan ini tidak hanya menjembatani kesenjangan antara doktrin keagamaan dan realitas sosial, tetapi juga mendorong dialog lintas budaya yang konstruktif. Artikel ini juga mengidentifikasi tantangan implementasi pendekatan multidisipliner, seperti kurangnya literatur pendukung dan perlunya pengembangan kapasitas dosen. Studi ini menyimpulkan bahwa pendekatan multidisipliner dalam Studi Islam memiliki potensi besar untuk membangun kajian Islam yang lebih adaptif, kontekstual, dan relevan di tengah dinamika global
Cite
CITATION STYLE
Lukman Nul Hakim. (2024). Integrasi Pendekatan Multidisipliner dalam Studi Islam: Menjawab Tantangan Global dan Relevansi Kontemporer. EduFalah Journal, 1(2), 92–101. https://doi.org/10.71259/szprz028
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.