Kajian Gramatikal : Faidah Kata Ganti Dalam Al-Qur’an

  • Maimunah M
  • . N
N/ACitations
Citations of this article
13Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Seorang mufassir atau bahkan seorang pelajar, harus memahami kaidah-kaidah penafsiran agar tidak terjadi kesalahan dalam menafsirkan atau memahami ayat-ayat al-Qur’an. Diantara kaidah penafsiran yang harus dikuasai adalah kaidah tentang kata ganti (Dhamir).Dhamir adalah istilah yang dipakai untuk kata ganti orang pertama, kata ganti orang kedua, atau kata ganti orang ketiga, sehingga Dhamir menempati posisi kata yang digantikannya.Dhamir ada 9 macam : 1) Dhamir Muttashil (bersambung), 2) Dhamir munfashil (tidak bersambung), 3) Dhamir Bariz, 4) Dhamir Mustatir, 5) Dhamir Marfu’, 6) Dhamir Manshub, 7) Dhamir Majrur, 8) Dhamir fashli, dan 9)Dhamir as-sya’n.Diantara beberapa faidah Dhamir yaitu: untuk meringkas (ikhtishar), menunjukkan keagungan(fakhamah), untuk penghinaan (tahqir), untuk menguatkan (ta’kid).Pada dasarnya Dhamir harus mempunyai rujukan yang kembali kepadanya. Dan pada asalnya setiap Dhamir merujuk pada isim dhahir yang telah disebutkan sebelumnya dan menempati posisi yang terdekat dengan Dhamir tersebut, sesuai dari segi tadzkir dan ta’nitsnya, jama’ dan mufradnya, serta sesuai maknanya. Namun, paling tidak ada 11 kaidah dalam al-Qur’an yang tidak sesuai dengan kaidah umum tersebut. Hal ini menunjukkan ketinggian bahasa al-Qur’an.

Cite

CITATION STYLE

APA

Maimunah, M., & . N. (2023). Kajian Gramatikal : Faidah Kata Ganti Dalam Al-Qur’an. Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, Dan Sastra, 4(2), 107–118. https://doi.org/10.33477/lingue.v4i2.4230

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free